Jangan Bandingkan

“ Ketika kehidupan sudah tak lagi mampu meberi kebahagiaan mungkin pilihan yang terbaik adalah kematian “

Seseorang menghargai kehidupan yang sudah Tuhan sang maha pencipta berikan kepadanya, namun terkadang seseorang tersebut  juga menyesali kenapa dia harus lahir? Dia merasa hanya dan selalu menjadi beban untuk orang-orang disekitanya,,,

Adakah orang yang bisa menerima seseorang lain dengan apa adanya?? Mungkin gak akan ada, karena saya juga meraskannya, saya juga tak bisa menerima seseorang apa adanya, namun tidak ingin memaksakan kehendak, namun jika orangtua yang sudah melahirkan anaknya saja tidak bisa dan  tidak mau menerima anaknya dengan apa adanya bagaimana dengan orang lain?

Entah mengapa banyak orang tua yang tidak bisa menerima anaknya dengan apa adanya, mereka selalu saja menuntut banyak hal, membanding-bandingkan anaknya dengan orang lain, menyanjung tinggi orang lain didepan anaknya. Tapi apakah mereka tahu bagaimana perasaan anaknya?? Apakah mereka pernah berpikir apa yang terjadi pada mental anak itu??

Anak-anak  yang terlalu sering dibandingkan dengan orang lain, direndah-rendahkan seakan tidak bisa apa-apa memiliki tekan batin yang sangat dalam. Mungkin terkadang mereka terlihat cuek menangapi hal itu tapi ada perang batin di dalam dirinya, kenapa harus selalu dibandingkan? Kenapa harus selalu direndah-rendahkan? Kenapa harus selalu meminta mereka untuk menjadi orang lain? Belum tentu orang yang di tinggi-tinggikan tadi jauh lebih baik.

Setiap orang didunia ini dilahirkan, diciptakan dengan tujuan masing-masing, setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, setiap orang itu berbeda pribadinya, bakatnya, kelebihannya dan kekurangannya, tidak ada manusia yang sempurna, seperti apapun seseorang berusaha untuk menjadi sempurna hal itu tidak akan perrnah terjadi.

Pernahkah para orang tua berpikir bagaimana perasaan anaknya ketika dia dibanding-bandingkan dengan orang lain??? Sakit-sangat-sakit, hal itu menadakan bahwa si orang tua tidak menginginkan anaknya yang sekarang. Dia ingin anaknya yang seperti orang lain, terlau banyak menuntut hal itulah yang selalu dilakukan kebanyakan orang tua, mereka terlalu ingin meiliki anak yang sempurna mungkin apa yang mereka lakukan adalah untuk kebaikan anaknya, namun hal itu justru akan meperburuk keadaan, meyanjung orang lain, meyebutkan kelebihan, kemampuan, kepandaian orang lain di depan anaknya lalu merendah-rendahkan anaknya langsung di depan orang lain hanya akan mebuat anak itu down, frustasi, putus asa, anak itu akan menganggap bahwa dirinya itu tidak bisa apa-apa, dia hanya menjadi beban utnuk orang tuanya, dia tidak pernah diharapkan dengan keberadaanya, orang tuanya hanya ingin ada orang lain disana, bukan dia dengan kekurangannya tapi dia yang adalah sosok orang lain.

“Hidup seharusnya realistis jangan terlalu banyak menuntut sesuatu dari seseorang, tiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, jangan suka mebanding-bandingkan seseorang dengan orang lain, terutama buat para orang tua anak anda terlahir dengan apa adanya, dia tidak bisa memilih mau lahir dari siapa. Begitu juga kalian tidak bisa memilih untuk melahirkan siapa, melahirkan anak yang seperti apa, semua itu sudah rencana Tuhan, jadi bersikaplah adil, jika anak anda tidak membandingkana anda dengan orangtua lain kenapa anda harus membandingkan dia dengan anak lain”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s